Selebaran Harlah ke 49
REFLEKSI HARLAH PMII KE - 49
(17 APRIL 1960 – 17 APRIL 2009)
(17 APRIL 1960 – 17 APRIL 2009)
Proses lahir dan berkembang adalah bagian dari sunnatullah. Tetapi ketika berbicara Eksistensi maka refleksi merupakan batu loncatan awal untuk mengawali semuanya baik dalam strategi, gerakan, dan taktik ke depan.
Ketika berbicara eksistensi, berarti tidak hanya menjawab adanya kita, tetapi mengandung arti keberadaan dalam arti peran dan fungsi kita, di tengah masyarakat dan bangsa ini. Ketika itu tidak terjawab maka eksistensi kita sebagi organisasi mahasiswa dengan emblem agent of social change hanyalah halusinasi. Untuk itu ada beberapa langkah yang harus dilakukan, antara kita dan seluruh elemen gerakan :
1. Mari kembali ke khittah gerakan, yang memiliki makna bahwa kita terlahir dari credo untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan rasionalitas, juga memahami fungsinya sebagai penyalur aspirasi rakyat.
2. Mengurangi prejudice antar sesama elemen gerakan, untuk mengurangi energi yang terkuras dalam membangun bangsa ini.
3. Stagnannya proses transisi demokrasi sekarang adalah karena begitu banyaknya pertarungan kepentingan antara elite dalam bangsa ini dan antara bangsa ini dengan kekuatan global, sehinga mau tidak mau harus memandangnya secara meyeluruh.
4. Menguatnya gerakan transnasional belakangan ini berarti menambah wilayah kompetisi kita. Itu berati penguatan kader disetiap lini dari gerakan kepemudaan atau gerakan mahasiswa yang sevisi harus dimulai dari sekarang.
5. Bentuk gerakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah adalah alternatif utama yang harus di ambil sekarang, advokasi dan pembuatan laboraturium social merupakan kebutuhan mendasar saat ini.
Ke lima langkah ini harus di lakukan sekarang agar pertarungan tanpa common enemy dan medan tempur jelas, dapat kita menangkan dengan rakyatlah sebagai pemenangnya. Hidup rakyat
.
Tangan terkepal dan maju ke muka
Wallahul muwaffiq Ila aqwamit tharieq
Oleh : PC PMII Kota Banjarmasin

0 komentar:
Posting Komentar