Senin, 20 April 2009

PEMILU DAMAI 2009 (Pers release)

PMII GAUNGKAN PEMILU DAMAI 2009


Dalam Acara :

Dialog Publik : Peran Strategi Lembaga Pemantau Pemilu Dan Gerakan Pemuda Dalam Mengawal Pemilu Damai 2009


Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, dan adil dalam Negara kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai tadi merupakan pra syarat agar Pemilu dapat berjalan baik. Pelibatan masyarakat dalam Pemilu adalah sesuatau yang tidak bisa di elakan, baik dari lapisan masyarakat bawah sampai dengan lapisan masyarakat atas. Keterlibatan ini tentunya menimbulkan gesekan-gesekan kepentingan yang tidak dapat di hindari, ketika gesekan-gesekan ini tidak bisa di minimilasir atau di manajemen dengan baik maka akan selalu timbul konflik yang berujung pada kegagalan dalam mengaktualisasikan demokrasi.

Pelaksanaan pemilu di lapangan tentunya mempunyai kendala-kendala yang tersendiri salah satunya adalah berbagi perubahan ketentuan yang mendekati hari H. Perubahan peraturan KPU No 35 Tahun 2008 dan UU No 10/ 2008 tentang tata cara pemeberian suara dengan PERPU Nomor 1/ 2009 yang di tindak lanjuti KPU nomor 13/2009 adalah salah satu contohnya. Apabila sosialisasi ini tidak optimal di masyarakat maka kemungkinan terjadinya gesekan antar pendukung Caleg kemungkinan sangat besar terjadi, sebagaiman yang kita ketahui hasil dari Judicial Review atas UU No 10 Tahun 2008 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD oleh MK terhadap penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak memungkinkan pertarugan sengit antar Caleg dari partai yang berlainan atau juga dalam partai yang sama. Pertarungan/ Konflik ini semakin tidak bisa terelakan yang akan merembet pada kalanga grass root. Apabila konflik ini tidak diantisipasi sejak dini maka kemungkinan gagalnya Pemilu 2009 akan sangat mungkin terjadi.

Dalam upaya meminimalisir konflik-konflik dalam penyelenggaran pemilu tentunya pelibatan seluruh pihak merupakan keharusan agar Pemilu 2009 dapat berjalan sesuai yang kita harapakan Peran Strategis Lembaga Pemantau, Organisasi Kepemudaan, dan Gerakan Mahasiswa sangat perlu dimaksimalkan agar dapat mensosialisasikan Pemilu 2009 damai. Untuk itu PC. PMII Kota Banjarmasin mengadakan “Dialog Publik Peran Strategis Lembaga Pemantau Pemilu Dan Gerakan Pemuda Dalam Mengawal Pemilu Damai 2009”. Yang di adakan di Aula Mapenda Kanwil Depag Kalsel pada tanggal 14 Maret 2009. Dialog publik ini menghadirkan empat nara sumber yaitu; Ibu Anis Khairani mewakili KPU Kota Banjarmasin, M. Radini Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu ( KIPP ) Wilayah Kalsel, Sayid Ali Al-Habsyi dari aktivis pemberdayaan Umat, dan dari PKC PMII Kalsel Wahyudi Rifani.

Dalam dialog tersebut Ibu Anis Khairani menekankan pentingnya pemilu 2009, untuk itu keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan Pemilu sangat diharapkan terutama dari generasi Muda. Sementara pemateri ke dua M. Radini juga menekankan bahwa dalam konteks Pemilu yang sedang berjalan saat ini masih sangat di butuhkan lembaga-lembaga pemantau independent agar mengurangi tindakan-tindakan yang dimaksudkan untuk menyelewengkan kehendak rakyat. “ Tidak bisa dipungkiri bahwa demokrasi yang berjalan di Indonesia membutuhkan keterlibatan masyarakat Internasional, akan tetapi ini tidak menjadikannya sebuah ketergantungan sehingga demokrasi yang ada saat ini merupakan keinginan rakyat Indonesia sendiri. Meski harus di akui bahwa lambaga-lembaga pemantau pemilu untuk 2009 jelas sangat berkurang, akan tetapi disinilah peran gerkan pemuda dalam mengawal proses demokratisasi yang terjadi, sehingga upaya indegenisasi demokrasi akan menemukan bentuk yang genuine di tengah-tengah masyarakat kita” Pungkasnya.

Sayid Ali Habsyi juga berbicara terkait realitas sosial dimana banyak ketidaktahuan masyarakat, baik cara mencoblos dan calon wakil mereka yang akan dipilih membuat pemilu mungkin tidak sesuai dengan harapan. Pemateri terakhir Wahyudi Rifani mencoba mempertanyakan komitmen mahasiswa dan pemuda untuk mengawal Pemilu 2009 ini, dikatakannya “ Pemuda adalah tunas harapan, oleh karena itu peran aktifnya sangat diharapakan untuk mengawal pemilu damai 2009”.

Di tempat terpisah Nazaruddin Ikhwan Ketua Umum PMII Cabang Kota Banjarmasin mengungkapkan “ Kegiatan ini merupakan awal untuk mencoba menjembatani antar aktor-aktor pro demokrasi di benua, untuk membangun dan meneguhkan komitmen kita terhadap demokrasi dan kedepan kita akan mencoba menghimpun gerakan mahasiwa dan pemuda untuk mendeklarasikan pemilu damai 2009”.


Oleh : PC PMII Kota Banjarmasin

0 komentar: